Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan alasan ibu kota tetap tergenang banjir meski Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sudah dijalankan.
Menurut Pramono, prakiraan curah hujan pada Sabtu (17/1) sebenarnya tidak terlalu tinggi sehingga OMC tidak dilakukan. Namun ternyata hujan yang turun jauh lebih deras dari perkiraan.
“Kenapa Sabtu dan Minggu itu tidak kita lakukan? Karena memang perkiraan kita itu curah hujannya tidak seperti itu. Begitu curah hujannya ternyata tinggi sekali dan kemudian kalau hari Minggunya juga terjadi curah hujan seperti itu, saya yakin pasti bertahan lama banjirnya di Jakarta,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin.
Curah hujan pada Sabtu itu mencapai 260 mm hingga 280 mm, sehingga Pramono meminta OMC dilakukan pada Minggu (18/1) bahkan hingga tiga kali penerbangan.
“Kemarin hari Minggu sampai tiga kali penerbangan (sorti). Kebetulan saya perintahkan secara langsung, karena Jakarta sudah pekat sekali ketika sore dari jam tiga, jam dua itu kan sudah pekat sekali,” jelas Pramono.
Pramono menambahkan tanpa OMC pada Minggu, genangan banjir di Jakarta bisa lebih luas. OMC yang dilakukan justru meringankan wilayah terdampak dan per Senin pagi, semua RW yang sebelumnya terdampak sudah kembali normal. “Alhamdulillah per tadi pagi itu semua sudah tidak ada yang terdampak lagi. Ada 33 RW,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji sebelumnya menjelaskan bahwa hujan yang berlangsung lama pada Sabtu memang menyebabkan genangan tidak bisa sepenuhnya dihindari. Untuk itu BPBD bersama BMKG dan TNI AU terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan paling efektif.
OMC dilakukan sejak 15 Januari dan rencananya berlanjut hingga 20 Januari dengan tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105. Sorti pertama fokus di Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak ke Jakarta menggunakan Natrium Klorida (NaCl).
Sorti kedua di daratan Kabupaten Serang dan Tangerang memakai Kalsium Oksida (CaO) untuk mengurangi intensitas hujan, sementara sorti ketiga juga di Tangerang untuk memecah awan potensial pembentuk hujan.
Setiap penyemaian disesuaikan ketinggian terbang, jenis awan, dan arah angin untuk mengoptimalkan hasil OMC dan mengurangi risiko banjir di ibu kota.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026